Selasa, 24 September 2019

PROLOG

Dengan atau tanpa kamu

Apa jadinya jika mark yang pemarah hidup tanpa Lisa yang penyabar dan teratur? dahulu, hal itu tak pernah terlintas di benaknya, mereka saling menyayangi dan seakan ditakdirkan untuk saling melengkapi.

 namun tidak hidup namanya jika tidak memiliki liku, kebodohannya mungkin akan membuat Lisa bahkan bisa membuat Lisa pergi dari hidupnya.

Ia tak pernah membayangkan bagaimana hidup nya tanpa ada penyabar seperti Lisa, bagaimana harinya tanpa dorongan dari Lisa.

Semuanya, empat tahun silam, terjadi lagi, dalam kisah satu malam, membuat semuanya berubah, akankah mark dapat merubah akhir cerita seperti keinginan nya?

1. Mark
benci menjadi cinta, entah tuhan memberikan karma seperti apa, entah tuhan memberikan hukuman bagaimana, kehidupan ku berjalan rumit, menjadi jungkir balik setelah kehadiran perempuan manis dengan cekung di kedua pipinya. Perempuan yang merusak keluarga ku, perempuan yang membuat ibuku pergi dari dunia menuju tempat peristirahatan terakhir. entahlah, mungkin Tuhan akan membuat rencana indah lain kali ini. Sandiwara empat tahun terakhir ini, akankah berakhir dengan seorang pria mengucap janji suci disaksikan pendeta dengan resepsi pernikahan yang akan digelar di masjid agung? entahlah Mark pusing memikirkan nya.

2. lisa Adiba
Mark le, pria katolik yang berbeda agama, berbeda keyakinan, namun kucintai dalam empat tahun ini, memang benar, kalungnya tidak sama dengan tasbihku, doa sepertiga malamku tidak sama dengan caranya menghadap bunda Maria, empat tahun ini, setelah sekian lama diriku sadar, seberapapun mencintai seseorang, akan ada batasannya, Mark tidak mungkin menduakan Tuhannya untukku. Dan aku tidak akan memilih tuhan lain selain Allah.
Sesering apapun dia mengantar aku shalat dhuhur di masjid agung selepas makan siang, sesering apapun dia mengingatkan aku shalat shubuh meski dengan suara serak bangun tidur. Tidak merubah semuanya Mark. Mark tetap Mark. Mark penganut Katolik. Mark dengan keyakinannya, Mark dengan cinta kasihnya pada Tuhan, dan Mark dengan rasa sayangnya pada seorang lisa Adiba.